Makhluk Penghuni Bumi Sebelum Manusia

PERLU DICATAT : BAHWA MAKHLUK PRA-SEJARAH ATAU YANG SERING DISEBUT MANUSIA PURBA BUKANLAH NENEK MOYANG MANUSIA ZAMAN SEKARANG! ...

Senin, 11 Maret 2013

Ahli Matematika dan Sastra Muslim Ghyasiddin Abul Fatih ibn Ibrahim al-Khayyam

Biografi Umar Khayyam: Ahli Matematika dan Sastra Muslim

Umar Kayyam lahir pada tahun 1048 di Khurasan. Nama lengkapnya adalah Ghyasiddin Abul Fatih ibn Ibrahim al-Khayyam. Sejak kecil, Khayyam sudah memperoleh pendidikan yang baik dari orang tuanya. Salah seorang gurunya adalah Imam Muwaffak, seorang pendidik yang terkenal pada masa itu.
Umar Khayyam dikenal sebagai ilmuwan cerdas abad pertengahan. Ia memiliki nama besar di bidang matematika, astronomi, dan sastra. Sehubungan dengan itu, ia mendapat julukan Tent Maker dari para ilmuwan semasanya.
Tanpa diduga, kecemerlangan nama Umar Khayyam menarik perhatian Sultan Malik Syah. Pada suatu ketika, Sultan menawarkan kedudukan tinggi di istana pada Khayyam, namun ditolaknya dengan sopan. Khayyam lebih memilih menekuni dunia ilmu pengetahuan dari pada menjadi pejabat. Akhirnya, Khayyam pun diberi fasilitas oleh Sultan. Ia diberi dana yang besar untuk membiayai penelitian khususnya di bidang matematika dan astronomi. Sultan juga mendirikan sebuah pusat observasi astronomi yang megah, tempat Khayyam mempersiapkan dan menyusun sejumlah tabel astronomi di kemudian hari. Di samping itu, Umar Khayyam juga diangkat menjadi ketua dari sekelompok sarjana yang terdiri dari delapan orang. Kedelapan orang sarjana tersebut adalah orang-orang pilihan Sultan yang ditunjuk untuk mengadakan sejumlah penelitian astronomi di Perguruan Tinggi Nizamiah, Baghdad.
Para ilmuwan inilah yang kemudian berhasil melakukan modifikasi terhadap perhitungan kalender muslim. Menurut perhitungan Khayyam, masa satu tahun adalah 365,24219858156 hari. Ia menghasilkan perhitungan yang sangat akurat hingga membuat para ilmuwan memuji kecerdasannya. Pada akhir abad XIX, para astronom menyatakan bahwa masa satu tahun adalah 365,242196 hari. Sementara itu, hitungan terakhir untuk masa satu tahun adalah 365,242190 hari. Sebuah nilai yang tidak jauh berbeda dari perhitungan Umar Khayyam berabad-abad sebelumnya.
Sejak tahun 1079, Umar Khayyam mulai menerbitkan hasil penelitiannya berupa tabel astronomi yang dikenal sebagai Zij Malik Syah. Adapun di bidang matematika, khususnya mengenai aljabar, ia juga menghasilkan sebuah karya, seperti al-Jabr (Algebra). Di kemudian hari, karya ini diedit dan diterjemahkan dalam bahasa Perancis. Al-Jabr dianggap sebagai sebuah sumbangan terbesar Umar Khayyam bagi negerinya dan perkembangan ilmu matematika.
Umar Khayyam adalah orang pertama yang mengklasifikasikan persamaan tingkat satu (persamaan linier) dan memikirkan pemecahan masalah persamaan pangkat tiga secara ilmiah. Selain itu, Umar Khayyam juga telah memperkenalkan sebuah persamaan parsial untuk ilmu aljabar dan geometri. Ia membuktikan bahwa suatu masalah geometri tertentu dapat diselesaikan dengan sejumlah fungsi aljabar. Pada abad XVX dan XVII, persamaan semacam ini justru lebih banyak digunakan oleh para ahli matematika Eropa. Hal ini merupakan bukti bahwa Umar Khayyam dan pengikutnya, Nashiruddin al-Thusi, telah berhasil mendahului para ahli matematika Barat. Karya Khayyam lainnya adalah Jawami al-Hisab. Karya ini memuat referensi paling awal tentang Segitiga Pascal dan menguji balik postulat V yang menyangkut teori garis sejajar, suatu hal mengenai geometri Euclides yang sangat mendasar.
Sebagai seorang muslim, Umar Khayyam termasuk kelompok moderat. Ia mempunyai pandangan yang berbeda dengan kebanyakan muslim pada waktu itu. Dengan kemampuannya bersastra, Khayyam juga menulis sejumlah puisi yang menggambarkan kisah hidupnya. Puisi tersebut termuat dalam karyanya yang berjudul Rubaiyat. Kini, karya tersebut masih tersimpan di negeri kelahirannya. Sementara itu, karya sastra Khayyam yang lain telah banyak diterjemahkan dalam bahasa Inggris, antara lain oleh Fitz Gerald pada tahun 1839.


Pada 15 Maret 1079, Sultan Jalaluddin Malik Syah Seljuki [1072-1092 M] memberlakukan kalender yang telah diperbaiki Umar, yakni kalender Jalali yang di pakai bangsa Iran sampai abad ke-20, seperti yang dilakukan oleh Julius Caesar di Eropa pada tahun 46 Sebelum Masehi dengan koreksi terhadap Sosigenes. Beliau juga terkenal karena menemukan metode memecahkan persamaan kubik dengan memotong sebuah parabola dengan sebuah lingkaran. Umar Khayyam wafat pada tahun 1131 Masehi dalam usia 83 tahun dan di makamkan di Nisyabur. Umar Khayyam mewariskan karya ilmiah dan sastra yang sangat berpengaruh di dunia. Beliau tidak hanya terkenal karena keberhasilan ilmiahnya, tetapi karena karya-karya sastranya. Ia diyakini telah menulis sekitar seribu puisi 400 baris. Di Dunia Barat, beliau lebih di kenal lewat ''The Rubaiyat of Omar Khayyam'' dalam terjemahan bahasa Inggris oleh Edward Fitz Gerald, 1809-1883 M. Orang lain juga telah menerbitkan terjemahan-terjemahan sebagian dari rubaiyatnya [kuatrin], tetapi terjemahan Fitz Gerald-lah yang paling terkenal. Banyak pula terjemahan karya ini dalam bahasa lain.

Kabar terakhir yang menarik mengenai Umar Khayyam adalah peresmian sebuah patung oleh Universidad Coplutense de Madrid guna memperingati Umar Khayyam. Salah satu Universitas tertua di Madrid, Spanyol. Universitas ini telah menetapkan tanggal 8 Mei, setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Umar Khayyam.

PEMIKIRAN UMAR KHAYYAM

Translate Language

Total Tayangan Halaman